Haeeeeeeeeee semuanyaaahh hihi gue balik lagi nih udeh berapa lama yaa gue ga ngepost ke blog ini haha yang jelas ga sampe seabad dong wkaka eh gue mau posting cerpen nih berawal dari tugas bahasa indonesia smp dulu sih jadi suka bikin cerpen gitu kalo lagi iseng okeee selamat membaca guyssssssss:')
Matahari Indah Saat Terbenam Tapi, Tidak Indah Begitu
Kamu Pergi
Menutup mata dari belakang, “ihhhh siapa sih
ini malesin banget ah sakit tau nih mata.” Jerit manja stela “hayooo..
tebak dong ini siapa ?.” ledek dimas kepada stela, “ohhhh ini
siiiiii…….” Jawab stela membalikan badan dan mengelitik perut reno, dan
reno pun tertawa puas karena perutnya yang digelitik oleh stela. “ampun
putri ampun putri geli banget nih perut pangeran” rintih reno dengan
candaannya. “ih reno pede banget sih bilang kalo kamu pangeran hahahaha”
ledek stela kepada reno.
Rumah stela Nampak sepi karena penghuni rumahnya sedang keluar kota. Stela
adalah anak satu-satunya dari keluarga salah satu pengusaha ternama di Jakarta,
orangtrua stela sangat menyanaginya. Orangtua stela sudah sangat menyetujui
hubungan reno dengan anaknya, stela yang suda berjalan selama hampir 5tahun
lamanya. Begitupula orangtua reno yang juga meneyetujui status hubungan stela
dengan putranya, reno. Reno pun salah satu anak dari salah satu pengusaha
ternama di Jakarta. Orangtua reno dan stela sudah sangat akrab.
Tanpa reno ketahui, sela mengidap penyakit kanker otak yang sudah sangat parah.
Selama mereka menjalani hubungan tersebut, tidak ada gejala yang timbul pada
stela. Dan tanpa stela ketahui bahwa ia mengidap penyakit kanker otak stadium
4.
Karena orangtua stela tidak ingin merusak kebahagiaan anak satu-satunya
tersebut. Mereka rela menyembunyikan penyakit yang stela miliki walaupun
sebenernya stela maupun reno harus mengetahuinya agar tidak akan kehilangan
satu sama lain.
Suatu hari saat stela sedang bercermin ia melihat dirinya dicermin dengan wajah
sangat pucat, stela kira ia hanya sakit biasa dan ketika ia turun kebawah untuk
sarapan pagi dengan orangtuanya. Tiba-tipa setetes demi setetes cairan merah
bernama darah keluar dari lubang hidungnya dan menodai seragam yang begitu
cerah dan sangat rapih ia gunakan. Dengan sangat khawatir, orangtua stela
menghampiri anak tersayangnya “sayang kamu gak apa-apa ? semalam kamu
ngerasa ada yang sakit ?” Tanya mamahnya dengan sangat khawatir. “mah…
pah… stela mimisan ? kok bisa ya ? padahal stela semalem tidur nyanyak dan gak
kurang tidur” Tanya sstela dengan sangat bingung diwajahnya.
Beberapa menit kemudian suara klakson mobil reno berbunyi Tanya bahwa reno
telah siap menjemput putri kesayangannya untuk pergi sekolah. “kamu gak usah
masuk sekolah dulu ya sayang, biar papah sama mamah bilang ke reno buat ijinin
kamu sehari ini. Atau kalau perlu papah sama mamah kesekolah kamu buat ngijinin
? gimana ?” Tanya papah stela. “mah.. pah.. udah gak usah repot-repot.
Stela Cuma mimisan biasa kok. Oya tolong bilangin ke reno yap ah, stela mau ke
kamar mandi dulu bersihin darah ini” jawab stela dengan suaranya yang halus
seperti tidak terjadi apa apa pada dirinya. Papah dan mamah stela hanya
tersenyum sedih melihat anak tersayangnya yang harus menderita penyakit yang
sangat parah ini. Mamah stela keluar dan menghampiri reno yang susah sangat
rapih untuk mengantar kekasih tersayangnya, dengan sapaan dan salaman yang
cukup hangat dan sopan reno lakukan membuat mamah stela semakin percaya dengan
reno kalau reno mampu menjaga stela dengan sangat hati-hati. “ren, jagain
stela disekolah ya. Jangan tinggalin stela sendirian, mamah minta tolong sama
kamu. Siapa lagi yang mamah percaya kalo bukan kamu reno” pinta mamah stela
kepada reno. “mah, mamah tenang aja, stela pasti kok selalu reno jagain
dengan hati-hati” jawab reno dengan halusnya dan senyuman dibibirnya.
Beberapa menit kemudian stela keluar dan menghampiri reno dengan mamahnya, “good
morning my prince Reno Radinsyah, how are you today ?” dengan wajah ceria
stela menyapa reno. “good morning too my princess Stela Putri Wicaksono. I’m
fine thanks and how are you hun ?” jawab reno dengan penuh kelembutan, “I’m
fine. And very fine hun hehehehe” jawab stela dengan penuh keceriaan. “mah,
stela berangkat dulu ya” pamit stela dengan senyuman dibibirnya dan ciuman
pagi dipipi mamahnya. “iya sayang, hati-hati ya. Reno hati-hati juga ya”
pinta mamah stela. “siaaaaaap bos!!!” jawab stela dan reno dengan
serempak dan gaya hormatnya. “dadah mamah, hati-hati dirumah juga ya mah,
jangan banyak beraktifitas oke” pinta stela lewat kaca mobil. Mamahnya
hanya menjawab dengan senyuman, dan diikuti oleh papahnya yang dari tadi
berdiri dibelakang mamah stela. “mah, papah pengen ngomong sama mamah. Yuk
masuk kedalam” pinta papah stela. “iya pah yuk masuk gak enak ngobrol
diluar banyak tetangga” jawab mamah. Papah dan mamah stela pun masuk
kedalam rumah dan membicarakan tentang kesehatan anaknya yang semakin hari
semakin memburuk.
“mah, gimana kalau pulang sekolah nanti kita ajak stela buat check-up ke
dokter
langganan keluarga kita ?”
usul papah stela. “iya pah sebaiknya memang begitu. Mamah khawatir sekali
dengan stela yang semakin hari terlihat semakin buruk saja kondisinya”
jawab mamah stela. “iya mah, papah juga. Papah takut sekali kehilangan
stela. Dan apalagi dia anak kita satu-satunya” jelas papah stela. “yasudah
pah. Papah sana kerja nanti pulang setelah kerja kita langsung siap-siap untuk
mengajak stela ke dokter langganan keluarga kita” jawab mamah stela.
Saat pelajaran disekekolah dimulai tiba-tiba cairan kental berwarna merah
keluar setetes demi setetes dari lubang hidung stela, dan hati stela terus
bertanya-tanya ‘ada apa aku ? kenapa darah terus keluar dari hidung aku’ dengan
khawatirnya stela langsung mangambil tissue dari saku seragamnya untuk
membersihkan darah tersebut dan meminta ijin untuk ke toilet. “bu, maaf saya
ijin ke toilet sebentar”, “baiklah stela, silahkan” dengan bijak gurunya
mempersilahkan stela ke toilet.
Saat di toilet stela bercermin dan melihat wajahnya yang semakin memucat dari
pagi sebelum ia bercermin dikamarnya, kan ketika keran air di toilet ia putar,
stela merasa kepalanya seperti memikul beban yang sangat berat dan matanya yang
terus berkunang-kunang dan pada akhirnya tak sadarkan diri stela terjatuh di
toilet sekolah. Tanpa disengaja murid yang masuk ke toilet wanita itu melihat
stela dan langsung segera melaporkan ke guru diruang guru. Guru-guru pun datang
ke toilet dengan panic. Dan membawa stela kerumah sakit diikuti oleh reno. Dan
setelah sampainya dirumah sakit, reno mengubungi orangtua stela “halo..
mah.. pah.. stela..” dengan gugup bercampur rasa sedih reno berbicara
dengan orangtua stela. “iya, ren kenapa sama stela ?” dengan cemas mamah
stela bertanya-tanya kepada reno. “pokoknya tante sama om kerumah sakit
sekarang, penting banget sama kondisi stela tante” jelas reno. “iya iya
tante sama om segera kesana. Tunggu ya ren” jawab mamah stela dengan cemas.
Orangtua stela dengan cemas langsung bergegas kerumah sakit untuk melihat
kondisi anak tersayangnya. Dan sesampainya dirumah saki, mereka bertemu dengan
reno “ren.. mana stela ? mana anak tante ? dia gak kenapa-kenapa kan ren ?”
Tanya mamah stela dengan air matanya yang terus menetes karna terlalu takut
dengan keadaan stela. “sabar tante, stela didalem ruang icu, tadi anak-anak
ngeliat dia pingsan ditoilet sekolah hidungnya udah mimisan gitu tante”
jelas reno dengan menenangkan mamah stela. Setelah beberapa menit kemudian
seorang dokter keluar dari ruang icu dan menghampiri reno dan kedua orangtua
stela, “maaf apakah anda keluarga dari saudai stela ?” Tanya dokter
dengan wajah yang sangat serius, “iya saya mamahnya dan ini papahnya, gimana
keadaan anak saya sekarang dok ? dia gak kenapa-kenapa kan dok ?” Tanya
mamah stela dengan sangat cemas. “hmm.. sebaiknya ibu dan bapak ikut saya
keruang dokter. Ada sesuatu hal yang perlu saya bicarakan kepada kalian”
jawab dokter. “kenapa gak bicara disini aja dok biar saya tau apa yang
terjadi dengan stela ?” pinta reno kepada dokter. “maaf dik, ini masalah
kesehatan stela yang sangat serius dan hanya orangtuanya saja yang perlu tau,
mari pak.. bu..” jawab dokter dan diikuti oleh langkah kedua orangtua
stela.
Diruang dokter, “bu.. pak.. bukankah sudah sejak dulu saya bicarakan kalau
stela harus mengikyti terapi khusus untuk pengobatannya ? dan apakah stela tau
dia mengidap penyakit kanker otak yang sudah stadium 4 ini ?” Tanya dokter
kepada orangtua stela. “maaf dok, saya sebagai ayahnya sangat memiliki rasa
kasihan jika harus memberi tahu stela tentang penyakitnya ini. Dan jika stela
harus melakukan terapi khusus itu, saya khawatir dia akan terus bertanya-tanya
kenapa dia harus mengikuti terapi tersebut” jawab papah stela. “dok, apa
yang harus kami lakukan untuk kesembuhan stela ?” Tanya mamah stela dengan
air matanya yang terus jatuh membasahi pipinya. “penyakit stela sudah sangat
parah bu.. pak.. seharusnya dari dulu stela mengikuti terapi itu, namun apa
boleh buat jika kalian melarangnya. Mungkin hidupnya kurang lebih sebulan atau
dua bulan lagi bu.. pak.. saya dan tim medis sudah melakukan pemeriksaan khusus
dan berjuang sekuat tenaga untuk menyembuhkan stela, namun kami kurang
beruntung untuk mengangkat tumor yang sudah menjelajahi otak stela. Serahkan
saja semuanya kepada Tuhan yang maha esa pak.. buu..” jelas dokter. “dokter
gila! Saya tau anda orang hebat dan pintar tapi Dokter bukan Tuhan yang harus
menentukan hidup dan matinya anak saya. Saya tau jelas anak saya stela memiliki
penyakit parah. Tapi tidak ada kata terlambat untuk menolongnya! Anda
paham!!!!” Dengan sangat emosi bercampur kesedihan mamah stela menuntut
dokter dengan kata-kata tersebut. “sudah mah yuk kita keluar aja mah. Dok
maafkan istri saya” jelas papah stela dan meninggalkan ruang dokter. “tante
tadi dokter ngomong apa aja tentang stela ? stela gak kenapa-kenapa kan tante ?
stela Cuma mimisan biasa aja kan ? iya kan tante ?” reno terus
bertanya-tanya tanpa henti kepada mamah stela. Papah stela mengajak reno
berbicara dan meninggalkan mamah stela sendiri.
“ren, om minta tolong sama kamu. Jaga stela ya ren.
Dia anak om dan tangte satu-satunya dan kami sangat menyayanginya” pinta
papah stela kepada reno
“tapi om, stela kenapa ? dia gak kenapa-kenapa kan om
? reno sayang stela om. Reno akan jaga stela kapanpun dan dimanapun. Reno gak
akan ninggalin stela sendirian”jelas reno dengan tetesan air mata diwajahnya
“ren (memegang pundak reno) stela mengidap penyakit
kanker otak stadium 4. Sebenernya sudah lama sekali virus di otak stela
berkembang. Dan semuanya salah om dan tante. Seharusnya stela mengikuti terapi
khusus untuk membuang kanker itu. Namun om dan tante gak pernah bicara
terang-terangan kepada stela”jelas papah stela
“apa om ? kanker otak stadium 4 ? stela om ? ya Tuhaaaan…….”Dengan
sangat kaget reno mendengar penjelasan dari papah stela
“om dan tante titip stela ya ren. Cuma dengan kamu
stela bisa merasakan apa itu cinta”jelas papah stela kepada reno
“pasti om! PASTI bakalan reno jagain stela demi kita
semua om. Jangan khawatir om. Reno janji sama om dan tante gak akan tinggalin
stela sendiri”jelas reno, meyakinkan papah stela
Reno dan papah stela kembali menghampiri mamah stela yang sejak tadi menangis
mengkhawatirkan keadaan anaknya. “tante, jangan khawatir ya. Reno pasi
jagain stela ko buat tante dan om. Udah ya tante jangan nangis lagi, reno
jenguk stela dulu ya ke dalem” pinta reno kepada mamah stela. Reno masuk
ruangan dimana stela berbaring lemas tak berdaya. Reno menggenggam tangan stela
“stela.. aku bakalan jagain kamu dan gak akan pernah ninggalin kamu. Aku
akan buat senyuman dibibir kamu dan aku gak akan pernah buat kamu ngeluarin
setetespun air dari mata kamu, aku janji! Aku bakalan nungguin kamu disini
sampe kamu bener-bener buka mata kamu dan pulih lagi. Kita bakalan main bareng
lagi dan aku akan ngajak kamu ke suatu tempat yang disana Cuma ada aku sama
kamu stel. Kamu cepet sembuh ya (mencium kening stela).”
Setelah sebulan lebih stela terbaring lemas tak berdaya dirumah sakit dan
dijaga oleh orang-orang yang menyayanginya, dihati itu pun ia diperbolehkan
untuk pulang. “selamat pagi nona stela, saya lihat kondisi anda dulu ya
untuk meyakinkan anda untuk pulang” jelas dokter dengan senyuman paginya.
Dokterpun memeriksa kondisi stela dan memperbolehkan stela pulang “baik,
sudah saya periksa dan anda boleh pulang” jelas dokter setelah memeriksa
stela. “makasih ya dokter” stela menjawab dengan senyuman manisnya.
Stela kembali kerumah dengan reno, dan keesokan harinya tepat tanggal 11 stela
berulang tahun. Reno mengunjungi stela sekaligus melihat kondisi stela.
Sesampainya dirumah reno tidak melihat stela dan ternyata stela masih tertidur
dikamarnya. Reno hanya bertemu orangtua stela dan menyapanya
“selamat pagi om dan tante yang ganteng dan cantik ini
hehehe”puji reno
“eh ada reno, stelanya masih tidur tuh ren. Masuk aja
ya kekamarnya”jawab mamah stela dengan senyum manisnya
“hmm.. hari ini kan stela ulangtahun tante, reno sih
sebenernya mau ngejemput stela mau ngajak main ditaman mumpung masih pagi tapi
kayaknya nanti sore aja ya tante ? gimana ? kasih pendapat dong tanteeee…..
reno pengen ngeliatin dia sunset, soalnya dulu dia minta liat sunset berdua
sama reno hehe” jelas reno
“ah dasar anak muda ya sunset aja diliat, mending liat
papah aja”jawab papah stela dengan sangat pedenya
“ah papah ini namanya juga anak muda, hmm ya udah ren
nanti sore aja sekitar jam 5 kamu kerumah lagi nanti papah sama mamah tinggak
stela biar dia nyuruh kamu kerumah dan reno ajak main deh, gimana ?”jawab
mamah stela dengan ide bagusnya
“waaaah!!!!!!!! Ide bagus tuh tante ya udah reno
pulang dulu ya om tante, nanti jam 5 tante atau om calling reno deh, oke ?”pinta
reno
Dan akhirnya reno memutuskan untuk berpamitan dengan mamah dan papah stela dan
pergi untuk mencari hadiah ulang tahun stela, ditengah perjalanan reno ingat
kalau dulu stela selain ingin melihat sunset dia juga ingin sebuah kotak music
dihari ulang tahunnya. Akhirnya pun reno memutuskan untuk mencari kotak music
yang terbaik untuk stela.
Setelah mendapat kotak music yang terbaik untuk stela, tiba-tiba kotak music
itu terjatuh tidak dapat menyanyikan sebuah lagu ulang tahun ketika dimainkan,
reno sangat merasa menyesal karena telah menjatuhkan kotak music yang
seharusnya diberikan stela sore itu juga. Dengan rasa menyesalnya, reno
mengunjungi took satu demi satu untuk mendapatkan kotak music sebagai
penggantinya, dan akhirnya reno mendapatkan kotak music itu dan membungkusnya
dengan sebuah kartu ucapan didalamnya. Jam tangan reno menunjukkan pukul 15.55
WIB. Reno pun kembali kerumah dan bersiap-siap untuk menjemput stela setelah
mamah dan papah stela menghubunginya sesuai rencana tadi pagi, stela pun
menyuruh reno untuk kerumahnya. Sesampainya dirumah stela reno mengajak stela
keluar untuk memberikan kejutan yang sudah ia persiapkan sejak tadi pagi.
Sesampainya disuatu tempat yang sangat indah dan reno menutup mata stela.
“hey, kenapa mata aku harus ditutup kayak gini ? tega
ya ngebiarin aku gak ngeliat pemandangan seindah ini. Buka dong ya ya yaaaa”rengek
stela
“sabar dong, nanti juga kamu bakalan ngeliat yang
lebih indah dari ini semua ko. Dan kamu tau ? suatu impian gadis kecil bakalan
terwujud”jelas reno
“ih kamu ngomong apaan sih, udah ah buka matanya.
Sakit nih”pinta stela dengan betenya
Reno menuntun jalan stela dan jam sudah hampir
menunjukkan jam terbenangnya matahari, dan reno pun membuka ikatan yang
menutupi mata stela. Stela mengucak-ngucak matanya, saat membuka mata dan
memandang kedepan dan dia melihat terkejut
“astaga. Renooo!!!! Oh my god! It’s my dream! Awesome”dengan
kagetnya stela melihat impiannya sejak dulu, yaitu sunset disaat hari ulang
tahunnya. Reno memberikan sebuah kado yang dibungkus dengan kertas kado yang
sangat lucu
“stela.. ini semua aku rencanain buat kamu dan satu
lagi, ini buat kami. Maaf ya aku gak bisa kasih apa-apa ke kamu dan aku Cuma
bisa kasih ini ke kamu. Aku harap kamu suka”jelas reno
“reeeen.. semua ini lebih lebih dan lebih dari
segalanya. Aku buka ya kadonya ?” Tanya stela
“iya buka aja kadonya, aku harap kamu suka ya”jawab
reno
Stela membuka bungkus kado dari reno dan melihat
sebuat kotak music yang saat dibuka kotak itu menyanyikan sebuah lagu ulang
tahun yang saaangat indah, saat lagu itu berputar dengan nyanyian yang begitu
merdu terdengar, tiba-tiba setetes demi tetes darah keluar dari hidung stela,
reno terkejut dan khawatir dengan stela, ia langsung membuka kemeja yang
dikenakan untuk mengusap darah yang terus keluar dari hidung stela. Reno pun
memeluk stela..
“reeen.. hari ini hari yang paling special buat aku.
Selama 5 tahun kedepan ini makasih ya hari-hari aku begitu berwarna semenjak
kehadiran kamu dikehidupan aku. Hari-hari aku gak akan selengkap ini tanpa
kehadiran mamah, papah dan juga kamu. Reeen.. aku mau kamu yang terakhir buat
aku, aku gak mau kehilangan kamu. Dan aku akan korbanin apa aja demi
kebahagiaan kamu ren”dengan tetesan air mata yang mengalir dipipi stela,
stela mengeluarkan isi hatinya dipelukan reno dan tanpa reno tau kalau darah
yang keluar dari hidung stela terus mengalir dan mewarnai baju reno di bagian
bahu
“stela.. aku juga mau bilang makasih buat kamu yang
udah warnain hari-hari aku dengan candaan kamu dan senyuman kamu. Stela. Aku
berharap kamu gak akan pernah pergi tinggalin aku sendirian. Aku gak tau gimana
warna hidup aku kalo kamu tinggalin aku sendirian stel”jawab
reno
Stela tidak membalas pembicaraan reno dan saat reno melepaskan elukannya, reno
melihat banyaknya darah bercampur air mata di wajah bagian bawah stela. Dan
dengan kagetnya air mata reno terus menetes. Saat reno cek denyut jantung
stela. Jantungnya pun tidak lagi berdetak. Dengan sebuah senyuman indah stela
ternyata ia dengan secara diam-diam meninggalkan mamah, papah dan reno dengan
menyisahkan senyuman indahnya. Reno terus memandang wajah indah stela dengan
penuh tetesan air mata dan senyumannya, “hati-hati dijalan bidadari cantik.
Semoga kamu bahagia disana dan tunggu aku ya, aku pasti nyusul kamu. Kalo kamu
kesepian disana, buka ya kotak musiknya dan anggep aku nyanyi disamping kamu.
Aku akan terus kunjungin kamu lewat tanah-tanah nanti dan aku gak akan lupa
buat bawain rumah baru kamu bunga warna warni yang harum. I love you stela”
bisikan reno ditelinga stela dan memeluknya dengan sangat erat hingga akhirnya
mataharipun terbenam.
Thanks guys for reading maaf kalo masih acak acakan
gue bukan penulis ini hanya sekedar hobby atau apa itu namanya banyak hobby gue
selain ini yang pasti hobby pertama gue nyanyi dong because singing is mylife
hihi tunggu cerpen berikutnya ya masih ada 3 nih yang belum gue post byeeee:*
YuanaAnggun yang cantik jelitaaa yuhuuu haha :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar