I was a beautiful woman who is looking for his true spirit and will be successful in achieving the desired future goals are always trying and praying, I love my father and mother and my two sisters. I believe GOD is always with me
with this blog I can shed everything and write what I feel, happy reading guys!! Keep follow @Yuanaanggun


Sabtu, 05 Januari 2013

Matahari Indah Saat Terbenam Tapi, Tidak Indah Begitu Kamu Pergi

Haeeeeeeeeee semuanyaaahh hihi gue balik lagi nih udeh berapa lama yaa gue ga ngepost ke blog ini haha yang jelas ga sampe seabad dong wkaka eh gue mau posting cerpen nih berawal dari tugas bahasa indonesia smp dulu sih jadi suka bikin cerpen gitu kalo lagi iseng okeee selamat membaca guyssssssss:')

Matahari Indah Saat Terbenam Tapi, Tidak Indah Begitu Kamu Pergi
 Menutup mata dari belakang, “ihhhh siapa sih ini malesin banget ah sakit tau nih mata.” Jerit manja stela “hayooo.. tebak dong ini siapa ?.” ledek dimas kepada stela, “ohhhh ini siiiiii…….” Jawab stela membalikan badan dan mengelitik perut reno, dan reno pun tertawa puas karena perutnya yang digelitik oleh stela. “ampun putri ampun putri geli banget nih perut pangeran” rintih reno dengan candaannya. “ih reno pede banget sih bilang kalo kamu pangeran hahahaha” ledek stela kepada reno.
            Rumah stela Nampak sepi karena penghuni rumahnya sedang keluar kota. Stela adalah anak satu-satunya dari keluarga salah satu pengusaha ternama di Jakarta, orangtrua stela sangat menyanaginya. Orangtua stela sudah sangat menyetujui hubungan reno dengan anaknya, stela yang suda berjalan selama hampir 5tahun lamanya. Begitupula orangtua reno yang juga meneyetujui status hubungan stela dengan putranya, reno. Reno pun salah satu anak dari salah satu pengusaha ternama di Jakarta. Orangtua reno dan stela sudah sangat akrab.
            Tanpa reno ketahui, sela mengidap penyakit kanker otak yang sudah sangat parah. Selama mereka menjalani hubungan tersebut, tidak ada gejala yang timbul pada stela. Dan tanpa stela ketahui bahwa ia mengidap penyakit kanker otak stadium 4.
            Karena orangtua stela tidak ingin merusak kebahagiaan anak satu-satunya tersebut. Mereka rela menyembunyikan penyakit yang stela miliki walaupun sebenernya stela maupun reno harus mengetahuinya agar tidak akan kehilangan satu sama lain.
            Suatu hari saat stela sedang bercermin ia melihat dirinya dicermin dengan wajah sangat pucat, stela kira ia hanya sakit biasa dan ketika ia turun kebawah untuk sarapan pagi dengan orangtuanya. Tiba-tipa setetes demi setetes cairan merah bernama darah keluar dari lubang hidungnya dan menodai seragam yang begitu cerah dan sangat rapih ia gunakan. Dengan sangat khawatir, orangtua stela menghampiri anak tersayangnya “sayang kamu gak apa-apa ? semalam kamu ngerasa ada yang sakit ?” Tanya mamahnya dengan sangat khawatir. “mah… pah… stela mimisan ? kok bisa ya ? padahal stela semalem tidur nyanyak dan gak kurang tidur” Tanya sstela dengan sangat bingung diwajahnya.
            Beberapa menit kemudian suara klakson mobil reno berbunyi Tanya bahwa reno telah siap menjemput putri kesayangannya untuk pergi sekolah. “kamu gak usah masuk sekolah dulu ya sayang, biar papah sama mamah bilang ke reno buat ijinin kamu sehari ini. Atau kalau perlu papah sama mamah kesekolah kamu buat ngijinin ? gimana ?” Tanya papah stela. “mah.. pah.. udah gak usah repot-repot. Stela Cuma mimisan biasa kok. Oya tolong bilangin ke reno yap ah, stela mau ke kamar mandi dulu bersihin darah ini” jawab stela dengan suaranya yang halus seperti tidak terjadi apa apa pada dirinya. Papah dan mamah stela hanya tersenyum sedih melihat anak tersayangnya yang harus menderita penyakit yang sangat parah ini. Mamah stela keluar dan menghampiri reno yang susah sangat rapih untuk mengantar kekasih tersayangnya, dengan sapaan dan salaman yang cukup hangat dan sopan reno lakukan membuat mamah stela semakin percaya dengan reno kalau reno mampu menjaga stela dengan sangat hati-hati. “ren, jagain stela disekolah ya. Jangan tinggalin stela sendirian, mamah minta tolong sama kamu. Siapa lagi yang mamah percaya kalo bukan kamu reno” pinta mamah stela kepada reno. “mah, mamah tenang aja, stela pasti kok selalu reno jagain dengan hati-hati” jawab reno dengan halusnya dan senyuman dibibirnya. Beberapa menit kemudian stela keluar dan menghampiri reno dengan mamahnya, “good morning my prince Reno Radinsyah, how are you today ?” dengan wajah ceria stela menyapa reno. “good morning too my princess Stela Putri Wicaksono. I’m fine thanks and how are you hun ?” jawab reno dengan penuh kelembutan, “I’m fine. And very fine hun hehehehe” jawab stela dengan penuh keceriaan. “mah, stela berangkat dulu ya” pamit stela dengan senyuman dibibirnya dan ciuman pagi dipipi mamahnya. “iya sayang, hati-hati ya. Reno hati-hati juga ya” pinta mamah stela. “siaaaaaap bos!!!” jawab stela dan reno dengan serempak dan gaya hormatnya. “dadah mamah, hati-hati dirumah juga ya mah, jangan banyak beraktifitas oke” pinta stela lewat kaca mobil. Mamahnya hanya menjawab dengan senyuman, dan diikuti oleh papahnya yang dari tadi berdiri dibelakang mamah stela. “mah, papah pengen ngomong sama mamah. Yuk masuk kedalam” pinta papah stela. “iya pah yuk masuk gak enak ngobrol diluar banyak tetangga” jawab mamah. Papah dan mamah stela pun masuk kedalam rumah dan membicarakan tentang kesehatan anaknya yang semakin hari semakin memburuk.
            “mah, gimana kalau pulang sekolah nanti kita ajak stela buat check-up ke dokter
langganan keluarga kita ?” usul papah stela. “iya pah sebaiknya memang begitu. Mamah khawatir sekali dengan stela yang semakin hari terlihat semakin buruk saja kondisinya” jawab mamah stela. “iya mah, papah juga. Papah takut sekali kehilangan stela. Dan apalagi dia anak kita satu-satunya” jelas papah stela. “yasudah pah. Papah sana kerja nanti pulang setelah kerja kita langsung siap-siap untuk mengajak stela ke dokter langganan keluarga kita” jawab mamah stela.
            Saat pelajaran disekekolah dimulai tiba-tiba cairan kental berwarna merah keluar setetes demi setetes dari lubang hidung stela, dan hati stela terus bertanya-tanya ‘ada apa aku ? kenapa darah terus keluar dari hidung aku’ dengan khawatirnya stela langsung mangambil tissue dari saku seragamnya untuk membersihkan darah tersebut dan meminta ijin untuk ke toilet. “bu, maaf saya ijin ke toilet sebentar”, “baiklah stela, silahkan” dengan bijak gurunya mempersilahkan stela ke toilet.
            Saat di toilet stela bercermin dan melihat wajahnya yang semakin memucat dari pagi sebelum ia bercermin dikamarnya, kan ketika keran air di toilet ia putar, stela merasa kepalanya seperti memikul beban yang sangat berat dan matanya yang terus berkunang-kunang dan pada akhirnya tak sadarkan diri stela terjatuh di toilet sekolah. Tanpa disengaja murid yang masuk ke toilet wanita itu melihat stela dan langsung segera melaporkan ke guru diruang guru. Guru-guru pun datang ke toilet dengan panic. Dan membawa stela kerumah sakit diikuti oleh reno. Dan setelah sampainya dirumah sakit, reno mengubungi orangtua stela “halo.. mah.. pah.. stela..” dengan gugup bercampur rasa sedih reno berbicara dengan orangtua stela. “iya, ren kenapa sama stela ?” dengan cemas mamah stela bertanya-tanya kepada reno. “pokoknya tante sama om kerumah sakit sekarang, penting banget sama kondisi stela tante” jelas reno. “iya iya tante sama om segera kesana. Tunggu ya ren” jawab mamah stela dengan cemas.
            Orangtua stela dengan cemas langsung bergegas kerumah sakit untuk melihat kondisi anak tersayangnya. Dan sesampainya dirumah saki, mereka bertemu dengan reno “ren.. mana stela ? mana anak tante ? dia gak kenapa-kenapa kan ren ?” Tanya mamah stela dengan air matanya yang terus menetes karna terlalu takut dengan keadaan stela. “sabar tante, stela didalem ruang icu, tadi anak-anak ngeliat dia pingsan ditoilet sekolah hidungnya udah mimisan gitu tante” jelas reno dengan menenangkan mamah stela. Setelah beberapa menit kemudian seorang dokter keluar dari ruang icu dan menghampiri reno dan kedua orangtua stela, “maaf apakah anda keluarga dari saudai stela ?” Tanya dokter dengan wajah yang sangat serius, “iya saya mamahnya dan ini papahnya, gimana keadaan anak saya sekarang dok ? dia gak kenapa-kenapa kan dok ?” Tanya mamah stela dengan sangat cemas. “hmm.. sebaiknya ibu dan bapak ikut saya keruang dokter. Ada sesuatu hal yang perlu saya bicarakan kepada kalian” jawab dokter. “kenapa gak bicara disini aja dok biar saya tau apa yang terjadi dengan stela ?” pinta reno kepada dokter. “maaf dik, ini masalah kesehatan stela yang sangat serius dan hanya orangtuanya saja yang perlu tau, mari pak.. bu..” jawab dokter dan diikuti oleh langkah kedua orangtua stela.
            Diruang dokter, “bu.. pak.. bukankah sudah sejak dulu saya bicarakan kalau stela harus mengikyti terapi khusus untuk pengobatannya ? dan apakah stela tau dia mengidap penyakit kanker otak yang sudah stadium 4 ini ?” Tanya dokter kepada orangtua stela. “maaf dok, saya sebagai ayahnya sangat memiliki rasa kasihan jika harus memberi tahu stela tentang penyakitnya ini. Dan jika stela harus melakukan terapi khusus itu, saya khawatir dia akan terus bertanya-tanya kenapa dia harus mengikuti terapi tersebut” jawab papah stela. “dok, apa yang harus kami lakukan untuk kesembuhan stela ?” Tanya mamah stela dengan air matanya yang terus jatuh membasahi pipinya. “penyakit stela sudah sangat parah bu.. pak.. seharusnya dari dulu stela mengikuti terapi itu, namun apa boleh buat jika kalian melarangnya. Mungkin hidupnya kurang lebih sebulan atau dua bulan lagi bu.. pak.. saya dan tim medis sudah melakukan pemeriksaan khusus dan berjuang sekuat tenaga untuk menyembuhkan stela, namun kami kurang beruntung untuk mengangkat tumor yang sudah menjelajahi otak stela. Serahkan saja semuanya kepada Tuhan yang maha esa pak.. buu..” jelas dokter. “dokter gila! Saya tau anda orang hebat dan pintar tapi Dokter bukan Tuhan yang harus menentukan hidup dan matinya anak saya. Saya tau jelas anak saya stela memiliki penyakit parah. Tapi tidak ada kata terlambat untuk menolongnya! Anda paham!!!!” Dengan sangat emosi bercampur kesedihan mamah stela menuntut dokter dengan kata-kata tersebut. “sudah mah yuk kita keluar aja mah. Dok maafkan istri saya” jelas papah stela dan meninggalkan ruang dokter. “tante tadi dokter ngomong apa aja tentang stela ? stela gak kenapa-kenapa kan tante ? stela Cuma mimisan biasa aja kan ? iya kan tante ?” reno terus bertanya-tanya tanpa henti kepada mamah stela. Papah stela mengajak reno berbicara dan meninggalkan mamah stela sendiri.
“ren, om minta tolong sama kamu. Jaga stela ya ren. Dia anak om dan tangte satu-satunya dan kami sangat menyayanginya” pinta papah stela kepada reno
“tapi om, stela kenapa ? dia gak kenapa-kenapa kan om ? reno sayang stela om. Reno akan jaga stela kapanpun dan dimanapun. Reno gak akan ninggalin stela sendirian”jelas reno dengan tetesan air mata diwajahnya
“ren (memegang pundak reno) stela mengidap penyakit kanker otak stadium 4. Sebenernya sudah lama sekali virus di otak stela berkembang. Dan semuanya salah om dan tante. Seharusnya stela mengikuti terapi khusus untuk membuang kanker itu. Namun om dan tante gak pernah bicara terang-terangan kepada stela”jelas papah stela
“apa om ? kanker otak stadium 4 ? stela om ? ya Tuhaaaan…….”Dengan sangat kaget reno mendengar penjelasan dari papah stela
“om dan tante titip stela ya ren. Cuma dengan kamu stela bisa merasakan apa itu cinta”jelas papah stela kepada reno
“pasti om! PASTI bakalan reno jagain stela demi kita semua om. Jangan khawatir om. Reno janji sama om dan tante gak akan tinggalin stela sendiri”jelas reno, meyakinkan papah stela
            Reno dan papah stela kembali menghampiri mamah stela yang sejak tadi menangis mengkhawatirkan keadaan anaknya. “tante, jangan khawatir ya. Reno pasi jagain stela ko buat tante dan om. Udah ya tante jangan nangis lagi, reno jenguk stela dulu ya ke dalem” pinta reno kepada mamah stela. Reno masuk ruangan dimana stela berbaring lemas tak berdaya. Reno menggenggam tangan stela “stela.. aku bakalan jagain kamu dan gak akan pernah ninggalin kamu. Aku akan buat senyuman dibibir kamu dan aku gak akan pernah buat kamu ngeluarin setetespun air dari mata kamu, aku janji! Aku bakalan nungguin kamu disini sampe kamu bener-bener buka mata kamu dan pulih lagi. Kita bakalan main bareng lagi dan aku akan ngajak kamu ke suatu tempat yang disana Cuma ada aku sama kamu stel. Kamu cepet sembuh ya (mencium kening stela).”
            Setelah sebulan lebih stela terbaring lemas tak berdaya dirumah sakit dan dijaga oleh orang-orang yang menyayanginya, dihati itu pun ia diperbolehkan untuk pulang. “selamat pagi nona stela, saya lihat kondisi anda dulu ya untuk meyakinkan anda untuk pulang” jelas dokter dengan senyuman paginya. Dokterpun memeriksa kondisi stela dan memperbolehkan stela pulang “baik, sudah saya periksa dan anda boleh pulang” jelas dokter setelah memeriksa stela. “makasih ya dokter” stela menjawab dengan senyuman manisnya.
            Stela kembali kerumah dengan reno, dan keesokan harinya tepat tanggal 11 stela berulang tahun. Reno mengunjungi stela sekaligus melihat kondisi stela. Sesampainya dirumah reno tidak melihat stela dan ternyata stela masih tertidur dikamarnya. Reno hanya bertemu orangtua stela dan menyapanya
“selamat pagi om dan tante yang ganteng dan cantik ini hehehe”puji reno
“eh ada reno, stelanya masih tidur tuh ren. Masuk aja ya kekamarnya”jawab mamah stela dengan senyum manisnya
“hmm.. hari ini kan stela ulangtahun tante, reno sih sebenernya mau ngejemput stela mau ngajak main ditaman mumpung masih pagi tapi kayaknya nanti sore aja ya tante ? gimana ? kasih pendapat dong tanteeee….. reno pengen ngeliatin dia sunset, soalnya dulu dia minta liat sunset berdua sama reno hehe” jelas reno
“ah dasar anak muda ya sunset aja diliat, mending liat papah aja”jawab papah stela dengan sangat pedenya
“ah papah ini namanya juga anak muda, hmm ya udah ren nanti sore aja sekitar jam 5 kamu kerumah lagi nanti papah sama mamah tinggak stela biar dia nyuruh kamu kerumah dan reno ajak main deh, gimana ?”jawab mamah stela dengan ide bagusnya
“waaaah!!!!!!!! Ide bagus tuh tante ya udah reno pulang dulu ya om tante, nanti jam 5 tante atau om calling reno deh, oke ?”pinta reno
            Dan akhirnya reno memutuskan untuk berpamitan dengan mamah dan papah stela dan pergi untuk mencari hadiah ulang tahun stela, ditengah perjalanan reno ingat kalau dulu stela selain ingin melihat sunset dia juga ingin sebuah kotak music dihari ulang tahunnya. Akhirnya pun reno memutuskan untuk mencari kotak music yang terbaik untuk stela.
            Setelah mendapat kotak music yang terbaik untuk stela, tiba-tiba kotak music itu terjatuh tidak dapat menyanyikan sebuah lagu ulang tahun ketika dimainkan, reno sangat merasa menyesal karena telah menjatuhkan kotak music yang seharusnya diberikan stela sore itu juga. Dengan rasa menyesalnya, reno mengunjungi took satu demi satu untuk mendapatkan kotak music sebagai penggantinya, dan akhirnya reno mendapatkan kotak music itu dan membungkusnya dengan sebuah kartu ucapan didalamnya. Jam tangan reno menunjukkan pukul 15.55 WIB. Reno pun kembali kerumah dan bersiap-siap untuk menjemput stela setelah mamah dan papah stela menghubunginya sesuai rencana tadi pagi, stela pun menyuruh reno untuk kerumahnya. Sesampainya dirumah stela reno mengajak stela keluar untuk memberikan kejutan yang sudah ia persiapkan sejak tadi pagi. Sesampainya disuatu tempat yang sangat indah dan reno menutup mata stela.
“hey, kenapa mata aku harus ditutup kayak gini ? tega ya ngebiarin aku gak ngeliat pemandangan seindah ini. Buka dong ya ya yaaaa”rengek stela
“sabar dong, nanti juga kamu bakalan ngeliat yang lebih indah dari ini semua ko. Dan kamu tau ? suatu impian gadis kecil bakalan terwujud”jelas reno
“ih kamu ngomong apaan sih, udah ah buka matanya. Sakit nih”pinta stela dengan betenya
Reno menuntun jalan stela dan jam sudah hampir menunjukkan jam terbenangnya matahari, dan reno pun membuka ikatan yang menutupi mata stela. Stela mengucak-ngucak matanya, saat membuka mata dan memandang kedepan dan dia melihat terkejut
“astaga. Renooo!!!! Oh my god! It’s my dream! Awesome”dengan kagetnya stela melihat impiannya sejak dulu, yaitu sunset disaat hari ulang tahunnya. Reno memberikan sebuah kado yang dibungkus dengan kertas kado yang sangat lucu
“stela.. ini semua aku rencanain buat kamu dan satu lagi, ini buat kami. Maaf ya aku gak bisa kasih apa-apa ke kamu dan aku Cuma bisa kasih ini ke kamu. Aku harap kamu suka”jelas reno
“reeeen.. semua ini lebih lebih dan lebih dari segalanya. Aku buka ya kadonya ?” Tanya stela
“iya buka aja kadonya, aku harap kamu suka ya”jawab reno
Stela membuka bungkus kado dari reno dan melihat sebuat kotak music yang saat dibuka kotak itu menyanyikan sebuah lagu ulang tahun yang saaangat indah, saat lagu itu berputar dengan nyanyian yang begitu merdu terdengar, tiba-tiba setetes demi tetes darah keluar dari hidung stela, reno terkejut dan khawatir dengan stela, ia langsung membuka kemeja yang dikenakan untuk mengusap darah yang terus keluar dari hidung stela. Reno pun memeluk stela..
“reeen.. hari ini hari yang paling special buat aku. Selama 5 tahun kedepan ini makasih ya hari-hari aku begitu berwarna semenjak kehadiran kamu dikehidupan aku. Hari-hari aku gak akan selengkap ini tanpa kehadiran mamah, papah dan juga kamu. Reeen.. aku mau kamu yang terakhir buat aku, aku gak mau kehilangan kamu. Dan aku akan korbanin apa aja demi kebahagiaan kamu ren”dengan tetesan air mata yang mengalir dipipi stela, stela mengeluarkan isi hatinya dipelukan reno dan tanpa reno tau kalau darah yang keluar dari hidung stela terus mengalir dan mewarnai baju reno di bagian bahu
“stela.. aku juga mau bilang makasih buat kamu yang udah warnain hari-hari aku dengan candaan kamu dan senyuman kamu. Stela. Aku berharap kamu gak akan pernah pergi tinggalin aku sendirian. Aku gak tau gimana warna hidup aku kalo kamu tinggalin aku sendirian stel”jawab reno
            Stela tidak membalas pembicaraan reno dan saat reno melepaskan elukannya, reno melihat banyaknya darah bercampur air mata di wajah bagian bawah stela. Dan dengan kagetnya air mata reno terus menetes. Saat reno cek denyut jantung stela. Jantungnya pun tidak lagi berdetak. Dengan sebuah senyuman indah stela ternyata ia dengan secara diam-diam meninggalkan mamah, papah dan reno dengan menyisahkan senyuman indahnya. Reno terus memandang wajah indah stela dengan penuh tetesan air mata dan senyumannya, “hati-hati dijalan bidadari cantik. Semoga kamu bahagia disana dan tunggu aku ya, aku pasti nyusul kamu. Kalo kamu kesepian disana, buka ya kotak musiknya dan anggep aku nyanyi disamping kamu. Aku akan terus kunjungin kamu lewat tanah-tanah nanti dan aku gak akan lupa buat bawain rumah baru kamu bunga warna warni yang harum. I love you stela” bisikan reno ditelinga stela dan memeluknya dengan sangat erat hingga akhirnya mataharipun terbenam.
Thanks guys for reading maaf kalo masih acak acakan gue bukan penulis ini hanya sekedar hobby atau apa itu namanya banyak hobby gue selain ini yang pasti hobby pertama gue nyanyi dong because singing is mylife hihi tunggu cerpen berikutnya ya masih ada 3 nih yang belum gue post byeeee:*
YuanaAnggun yang cantik jelitaaa yuhuuu haha :D